Langsung ke konten utama

Pertemuan Yang Menginspirasi


Suasana pertemuan kedua Psychowite di teras gedung
Microteaching, Minggu (8/04)

MALANG. Psychowrite, yang merupakan bagian dari salah satu devisi yang ada dalam komunitas Psychoworld UIN Maliki Malang kembali mengadakan pertemuan yang  telah menjadi agenda rutinan setiap minggunya. Kali ini,pertemuan diadakan di teras gedung Microteaching UIN Maliki Malang pada minggu (08/04).
Pada pertemuan kali ini para anggota tidak membahas materi kepenulisan, namun pertemuan malam itu lebih banyak diisi dengan sharing sesama anggota, memberikan motivasi untuk berkarya melalui tulisan, berbagi pengalaman menulis, dan membahas langkah-langkah Psychowrite ke depannya untuk mengantarkan anggota-anggota menjadi penulis yang handal. Pertemuan kali itu dihadiri juga oleh senior Psychoworld, Sudrajad Yudo Putra, atau yang biasa disapa Kang Jajad.
            Seperti biasa, para anggotamenyetorkan hasil karyanya kepada Eka selaku ketua Pychowrite. Karya yang disetorkan oleh para anggota Psychowrite bisa berupa cerpen, puisi, essay, dan lainnya.Karya ini  dikumpulkan seminggu sekali sebagai salah satu upaya Psychowrite untuk melatih para anggotanya agar terus menulis dan berkarya.Hasil tulisan-tulisan tersebut rencananya akan dibukukan dan diterbitkan. Bagi anggota yang tidak mengumpulkan karyanya akan mendapat teguran. Hal ini dimaksudkan bukan untuk membebani atau mengekang anggota, melainkan agar para anggota bisa terus beristiqomah dalam berkarya. Semakin sering seseorang menulis maka ia akan semakinmahir pula. Mencetak penulis yang professional menjadi salah satu tujuan devisi ini.
            Cahya Eka Prasetya membuka pertemuan kali itu dengan membahas langkah-langkah yang akan dilakukan para anggota Psychowrite kedepannya. Ia membagi tugas kepada para angotanya. Para anggota lama bertugas sebagai pemateri yang akan membagi ilmu dan pengalamannya kepada anggota lain khususnya anggota baru. Sedangkan para anggota baru diberi beberapa tanggung jawab sesuai kemampuannya. Rohmatul Umah, salah satu anggota baru memiliki tanggung jawab sebagai koordinator bagian fiksi, sedangkan R Amalia di bagian non fiksi. Anggota-anggota baru lainnya ada yang mendapat tanggung jawab sebagai bendahara dan notulen, menulis beritakegiatan-kegiatan Psychowrite di blog, bertanggung jawab mengoperasikan blog dan instagram, membuat video yang bekerja sama dengan Psychomovie, dan pembuatan puisi yang dijadikan lagu. Diharapkan dengan adanya tanggung jawab ini, para anggota dapat berlatih untuk berkomitmen terhadap komunitas yang telah dipilihnya ini. “Di komunitas ini kita ibarat karet. Kita lentur, tapi kita juga terikat. Kita tidak mengekang tapi kita juga memiliki tanggung jawab,” kata Kang Jajad di sela pembahasan tugas-tugas tersebut.
Diskusi pun dilanjutkan dengan membahas kas devisi. Pembayaran uang sejumlah dua ribu rupiah setiap minggu oleh satu anggota digunakan untuk berbagai keperluan devisi, termasuk untuk menghargai jerih payah pemateri kepenulisan setiap kali pertemuan. Devisi yang memiliki anggota terbanyak dibandingkan devisi lain di Psychoworld ini dalam beberapa waktu kedepan juga akan mengadakan funcamp. Diadakannya acara khusus devisi Psychowrite ini bertujuan untuk semakin mempererat rasa persaudaraan antar anggota.
Saat paling menyentuh adalah saat para anggota lama Psychowrite membagi pengalamannya dalam menulis dan saling memotivasi anggota-anggota lain untuk terus menulis. Kang Jajad menceritakan pengalamannya di SMA dahulu saat ia “tersesat dalam jalan yang benar”. Ia mulai belajar menulis saat ia menjadi penanggung jawab redaksi di sekolahnya dahulu. Kang jajad kecil pun sebenarnya tidak mengetahui kalau ia menjadi salah satu pengurus redaksi. Ia mulai merasa minder saat ia menyadari kalau anggota-anggotanya semua pandai menulis sedangkan ia belum bisa sama sekali. Kang Jajad akhirnya memutuskan untuk belajar menulis walau karya pertamanya sempat dianggap jelek oleh seseorang. “Untung gak saya kasih nama karyaku itu. Kalau tak kasih nama, pasti aku malu,” ujar Kang Jajad yang membuat anggota lain tertawa geli. Kang Jajad melanjutkan dengan memotivasi untuk terus menulis walaupun hasilnya akan diejek atau mendapat kritikan dari orang lain. Tujuan menulis adalah agar tulisan itu dibaca orang lain, kalau sudah dibaca meskipun mendapat kritikan berarti satu langkah keberhasilan menulis telah kita capai. Salah satu kunci sukses menulis adalah berani mendapat kritikan dari orang lain. Ada juga anggota lain yang turut memberi semangat menulis, seperti Sebtiani Selmi yang mengatakan kalau di mana saja dan kapan saja kita bisa menulis, tidak harus menunggu mood menulis datang. Kita juga bisa berlatih kecil-kecilan dengan menulis status di akun media sosial.
Waktu pun memberi tanda pertemuan harus segera ditutup, mengingat pukul 21.00 tepat anggota baru yang rata-rata merupakan mahasiswa baru yang tinggal di asrama kampus harus segera kembali. Pertemuan pun diakhiri doa dengan harapan Psychowrite bisa menjalankan program-programnya demi mengantarkan anggota-angotanya menjadi penulis yang handal.

            
Penulis : Yuni Hadziqoh
Editor : Wachidatul Zulfiyah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rumus Kehidupan

Jangan anggap kita garis sejajar Yang tak pernah tau kapan berpotongan Jangan anggap kita trigonometri Yang sebagian orang terlalu sulit untuk paham Jika satu tambah satu adalah pasti Maka aku, engkau, dan kita adalah sejati Walau lingkaran terpotong diameter Dan kubus terpisah diagonal Biarkan pertemuan beberapa rusuk menghasilakn bangun ruang Jika badai menerjang dengan sebuah pola Kita menjelma konsep himpunan menjelaskan suatu masalah Kita hidup untuk mencari persamaan Bukan pertidaksamaan yang sebenarnya pengecualian Jangan berfikir perihal perbedaan Persegi panjang bahkan tak habis pernah sama panjang, berbeda bukan ? Perihal hidup itu punya rumus dasar Yang pasti dan sangat menguras pikiran Tak ada alasan untuk kita berjauhan Sebab alasan hanya kalkulasi kehidupan Aku pernah bilang hidup itu matematika Kutak mau ganjil untuk sendiri Ku ingin genap dengan pasangan Kurasa kubutuh bilangan prima yang mapan Utama bilangan yang tak ma...

Tentangmu...

Aku mempersembahkan puisi-puisi cinta untukmu, Kala malam aku bangun menemui mu, hening dengan doa aku pulang kembali menatapmu, Jumenengku adalah keramaianku bersamamu, Karena untuk menemuimu aku bertanya kepada hijau rumput dan besar ciptamu, Menuju alam besar dalam jiwa dan terbang dalam kedalaman sedalam dalamnya. Kubuka mataku dari gelapnya hidup Aku menemukan senja di tengah malam, kegelapan itu memelukku erat. Kekasihmu bercerita kepadaku betapa cinta sangat akbar bersamamu. Dadaku terasa sesak, entah karena aku berharap bias menemui Mu Atau karena keringnya kalbuku dari siraman ketenanaganmu Ku cari dimana sejatinya tempat Mu dan siapakah engkau Ku baca berbagai karangan tentangMu bahkan suatu tulisan yang kauberikan kepadaku namun, nyatanya misteri tentang Mu masih belum ku ungkap Banyak yang menyebut nama Mu tanpa mereka tahu hak...

Ikuti Workshop Perfilman Nasional, Husnul Bawa Nama Psychoworld

Foto bersama Rahabi Mandra (Penulis film Mery Riana, Mimpi Sejuta Dolar)                                                                                                                               MALANG ( Rabu, 27 September 2017) - Husnul Khatimah (21), anggota Psychoworld room Psychofilm baru saja mengikuti workshop perfilman tingkat nasional di Bandung yang diadakan pada tanggal 4 sampai 14 September 2017 kemarin. Husnul berangkat dengan membawa nama Psychoworld . Workshop yang diselenggarakan oleh Pusbang Film di bawah naungan Kemendikbud ini memang dihadiri oleh perwakilan komunitas film dari seluruh penjuru tanah air. Akan tetapi,...