Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Poem

Rumus Kehidupan

Jangan anggap kita garis sejajar Yang tak pernah tau kapan berpotongan Jangan anggap kita trigonometri Yang sebagian orang terlalu sulit untuk paham Jika satu tambah satu adalah pasti Maka aku, engkau, dan kita adalah sejati Walau lingkaran terpotong diameter Dan kubus terpisah diagonal Biarkan pertemuan beberapa rusuk menghasilakn bangun ruang Jika badai menerjang dengan sebuah pola Kita menjelma konsep himpunan menjelaskan suatu masalah Kita hidup untuk mencari persamaan Bukan pertidaksamaan yang sebenarnya pengecualian Jangan berfikir perihal perbedaan Persegi panjang bahkan tak habis pernah sama panjang, berbeda bukan ? Perihal hidup itu punya rumus dasar Yang pasti dan sangat menguras pikiran Tak ada alasan untuk kita berjauhan Sebab alasan hanya kalkulasi kehidupan Aku pernah bilang hidup itu matematika Kutak mau ganjil untuk sendiri Ku ingin genap dengan pasangan Kurasa kubutuh bilangan prima yang mapan Utama bilangan yang tak ma...

Tentangmu...

Aku mempersembahkan puisi-puisi cinta untukmu, Kala malam aku bangun menemui mu, hening dengan doa aku pulang kembali menatapmu, Jumenengku adalah keramaianku bersamamu, Karena untuk menemuimu aku bertanya kepada hijau rumput dan besar ciptamu, Menuju alam besar dalam jiwa dan terbang dalam kedalaman sedalam dalamnya. Kubuka mataku dari gelapnya hidup Aku menemukan senja di tengah malam, kegelapan itu memelukku erat. Kekasihmu bercerita kepadaku betapa cinta sangat akbar bersamamu. Dadaku terasa sesak, entah karena aku berharap bias menemui Mu Atau karena keringnya kalbuku dari siraman ketenanaganmu Ku cari dimana sejatinya tempat Mu dan siapakah engkau Ku baca berbagai karangan tentangMu bahkan suatu tulisan yang kauberikan kepadaku namun, nyatanya misteri tentang Mu masih belum ku ungkap Banyak yang menyebut nama Mu tanpa mereka tahu hak...
Untukmu, Karena usai mendapati yang pahit Akhirnya engkau tahu mana yang manis Bahwa hidup itu melingkar  Tak ada karma hanya ada Tuhan yang maha adil Usai naik engkau turun Usai jatuh engkau bangun Usai mati engkau hidup Usai memukul engkau dipukul Usai memberi engkau diberi Usai menyakiti engkau disakiti. --Banyu--

Ku Cari Ketenangan Untukmu

Dinginnya malam menyentuh kalbu Tak terasa angin berhembus merambah rasa Hanya terasa damai menyentuh jiwa Dengan keheningan malam nan sunyi Ku coba melangkah kesana Tuk temukan satu ketenangan Kembali ku langkahkan kakiku Namun tak satupun ketenangan yang menghampiri kalbuku Ya Allah Berikanlah ketenangan jiwa untukku Berikanlah kekhusyu’an hati untukku Satukanlah ketenangan dan kekhusyu’an itu untuku Kaki ini lelah tuk melangkah Jiwa ini tak kuat tuk bangun Hati ini tak sanggup tuk merasa Akan keagungan dan keesaan Mu Ya Allah Sungguh dengan sungguh Berikanlah aku ketenangan jiwa dan kekhusyu’an hati Tuk selalu mengingat keagungan dan keesaan Mu Ya Rabb  --Pokemon--